Batik Mega Mendung Kearifan Lokal
Dr. Siti Alisah, S.H., M.H.IĀ


DOSEN FAKULTAS HUKUM UMC LAKUKAN KUNJUNGAN INTERNASIONAL KE CHINA: PROMOSIKAN KEARIFAN LOKAL MELALUI BATIK MEGA MENDUNG
Beijing, Tiongkok ā Dalam rangka memperluas wawasan global dan memperkenalkan budaya hukum serta kearifan lokal Indonesia, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) melakukan kunjungan internasional ke Tiongkok. Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah memperkenalkan Batik Mega Mendung, sebagai simbol budaya Cirebon yang kaya nilai dan filosofi.
Kunjungan ini tidak hanya bertujuan akademik, tetapi juga sebagai bentuk diplomasi budaya yang mengangkat nilai-nilai lokal dalam konteks global. Melalui pendekatan lintas budaya, para dosen Fakultas Hukum UMC menyampaikan bagaimana Batik Mega Mendung bukan hanya produk seni, tetapi juga bagian dari sistem hukum adat dan perlindungan kekayaan intelektual yang perlu diakui secara internasional.
Dalam pertemuan dengan institusi pendidikan dan kebudayaan di Tiongkok, para dosen membahas potensi kerja sama akademik di bidang hukum, khususnya terkait perlindungan hukum terhadap warisan budaya, hukum dagang internasional, serta hak kekayaan intelektual (HKI).
Kearifan Lokal di Mata Global
Batik Mega Mendung, dengan motif khas awan yang melambangkan ketenangan dan pengendalian emosi, menjadi ikon yang dibawa UMC dalam upaya memperkenalkan identitas lokal Cirebon ke kancah internasional. Para dosen menjelaskan bahwa batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan dan norma-norma sosial yang relevan dalam konteks hukum adat dan kebudayaan Indonesia.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menunjukkan bahwa budaya lokal seperti Batik Mega Mendung dapat menjadi jembatan dialog antarbangsa, sekaligus menjadi topik kajian hukum yang sangat relevan dalam isu global saat ini,” ujar salah satu dosen peserta kegiatan.
Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Diplomasi Budaya
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Hukum UMC untuk tidak hanya membentuk lulusan yang cakap secara hukum, tetapi juga memiliki kesadaran budaya dan semangat menjaga identitas nasional dalam arus globalisasi.
Dengan kunjungan ini, UMC berharap dapat memperluas jejaring internasional dan memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan dalam pengembangan kurikulum hukum yang berbasis nilai-nilai lokal dan global.
